Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2023

Woda

Ia melangkahkan kakinya di jalanan yang penuh dengan daun yang gugur, jalan itu konon katanya jalan pintas menuju danau, ia mengetahuinya dari temannya yang sebenarnya temannya sendiri belum pernah membuktikannya, jadi ia yang pertama melakukannya dari kalimat yang keluar dengan kata pembuka 'katanya' itu. sudah setengah jalan jaunya dari jalan utama dan ia yakin kalau temannya benar, karena dari balik pohon walau kejauhan ia sudah dapat melihat pantulan cahaya dan air berkilauan. ia duduk sebentar di tepian ternyata ia tidak sendiri, ada banyak sekali orang tapi di sisi ia berada, ia sendirian yang ia lakukan selanjutnya adalah mengamati aktivitas yang dilakukan orang-orang yang menurutnya banyak itu ia hitung ulang, jumlahnya ada 13 orang, beserta ia Satu orang sedang mempersiapkan alat pancingnya ada di seberangnya, sementara ada 5 orang lainnya sudah duduk bersisian dengan nyaman di kursi yang sepertinya mereka bawa sendiri, 2 lainnya adalah pasangan yang sepertinya baru sa...

CITA-CITA

 Kayaknya ngga punya dan sukanya berubah-ubah hari ini S2 besok nikah aja calonnya ngga tau siapa, dimana yaudah S2 di Luar Negeri ya, Jerman ya Allah aamiin misal ketemu jodoh dulu juga ngga papa banget juga Dia menatap langit di kota yang begitu sibuk menurutnya, atau kalau memang tinggal di area kampus mungkin tidak ada yang namanya slow-living, semua begitu cepat, semacam kamu bangun tiba-tiba sudah waktunya tidur lagi, perempuan itu menghela nafas sebelum menyebrang jalan, sedikit bingung banyak pertimbangannya, ia lebih menyukai hidup yang lambat, atau sesungguhnya dia menyukai aktivitasnya saat ini dan aktivitas orang-orang di sekelilingnya, sejujurnya tetap ada keinginan hidup hanya untuk membaca buku, menanam tanaman, membuat roti, duduk di bawah pohon rindang, lalu tidur, besok seperti itu lagi. atau dia juga menyukai kehidupan bangun pagi, naik angkutan umum, berlari menuju kelas atau kantor, bekerja, telepon berdering, menjawab telepon sudah berbunyi lagi setelah barusa...

Life

 Aku merasa diriku ahli dalam meromantisasi berbagai hal menunggu angkutan umum sendirian berjalan disaat lampu-lampu temaram pukul 7 malam melihat awan di langit biru yang membentuk ragam aneka benda merasakan angin yang menerpa melihat pohon-pohon diam dengan kabut udara bersisian  melihat pohon depan rumah tumbuh seiring sesuai dengan musimnya melihat lampu jalan saat pulang dari masjid sambil berjalan lambat menjadi penumpang di malam hari yang melihat ke luar jendela di dalam bis kota melihat daun-daun berguguran di jalan merasa bahagia ketika melihat gajah menyebrang jalan dengan selamat merasa bahagia ketika gajah kecil bermain dengan ibunya merasa bahagia ketika singa jantan yang gagah, angin menerpa rambutnya melihat macan siberia yang akhirnya muncul hanya 15 menit dalam 2 tahun merekam lamanya, membuatku bahagia merasa bahagia melihat paus biru muncul di permukaan laut lepas walau hanya dalam dokumenter aku melihatnya merasa bahagia melihat wajah quokka merasa bahag...