sometimes you


Langit saat itu jelas sekali melihat kita, bersisian berjalan beriringan menginjak daun-daun gugur, aku masih mengingat bunyinya dengan jelas sepatu kita, senyummu saat itu indah sekali, selalu indah sebenarnya, untuk hal-hal kecil yang bagi setiap orang tidak ada yang perlu ditertawakan, tapi dirimu dengan mudah akan tertawa, dan aku akan selalu tersenyum hanya dengan melihatmu. kebahagiaan yang menurutku selalu mewah ini karena kita bersama, disela waktumu yang sibuk itu, aku bahagia sekali saat kau meluangkannya untukku, saat bersamamu hal-hal yang berat sudah dilalui itu aku mendadak melupakannya, seperti itu dirimu bagiku.
aku merasa tidak masalah kita melakukan hal seperti ini, pikirku begitu
tapi yang terjadi ternyata tidak bertahan lama perasaan seperti itu
aku ingin kau ada disini selalu
tidak hanya saat kau sedang membutuhkanku
tapi saat aku sedang membutuhkanmu
bagaimana bisa hanya aku yang selalu merindukanmu
lalu saat itu disisiku tidak ada dirimu
satu tahun kemudian kau datang dan mengatakan merindukanku
aku ada disebelahmu
aku tidak tahu berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk akhirnya memilihku
sementara senyum yang kau miliki itu
tidak hanya kau berikan untukku
aku berhenti berjalan yang kemudian tiga langkah berselang baru kau sadari tidak ada aku disismu, dengan cermat kupandangi betapa aku bahkan masih merindukanmu, betapa aku menyukai setiap hal yang kau punyai, betapa aku mengaggumi apapun yang kau kenakan, betapa menyenangkannya berjalan disisimu, betapa aku ingin memelukmu.

kau berbalik memandangku dengan jarak tiga langkah itu
memandangku
kau melihatnya kan? dimataku


aku bahkan tidak yakin dengan diriku sendiri bagaimana hidupku tanpa hadirmu yang jarang itu, saat bersama aku akan menghitung waktu, begitu juga saat kemudian selang berapa minggu kau menghilang kembali untuk bertahun lamanya, yang bahkan dengan hal itu aku tetap menunggumu.


kau menyadarinya kan? berhentinya diriku melangkah, alasanku?
katakan kalau kau begitu memahaminya, apa yang terjadi padaku?
pandang kembali diriku
lihat apa yang ada dimataku ketika kemudian aku memberanikan diri untuk mengatakan hal itu
karena aku melihatnya hilangnya senyummu

kenapa dari kita tidak ada yang kemudian memberanikan diri untuk menanyakan bagaimana seharusnya yang kita anggap kebahagiaan ini berlanjut, apakah kita saling memahami kalau semua hal ini tidak dapat dilanjutkan ceritanya dan bertemu, apakah kita begitu sadar bahwa yang kita lakukan ini adalah hal sia-sia hanya untuk menemani jalannya waktu yang berakhirnya kita tidak tahu

bagaimana bisa sangat menyedihkan begitu
diri kita yang tidak dapat mengambil sebuah keputusan itu
jadi hal-hal menyakitkan di depan kita dan yang sudah dilalui adalah kumpulan keputusan salah dan betapa lemahnya aku dan dirimu

kalau aku mengatakannya, mungkinkah akan ada aku yang lain dihidupmu
bukan bagaiamana kita tapi ketidakjelasan yang entah apa akan berujung
akankah yang kau nanti temukan lagi merasakan hal seperti ini seperti aku
atau kau akan dengan berani lebih memilih dia dan meluangkan waktu
oh betapa dia sangat beruntung

aku memberanikan diri untuk mengatakannya kalau begitu


"selama hubungan kita berjalan ini aku berkali-kali meyakinkan diriku ...

aku melihat air matamu
dan aku yakin kau melihatnya, air mataku

...bahwa kau meragukanku"

"agar kemudian keputusan ini dapat kukatakan dan mengakhiri yang abu-abu...

...atau kalau kau ingin mengatakan yang sebaliknya, atau alasan lain yang ingin kau katakan, katakan padaku"

"Aku merindukanmu, selalu merindukanmu"

"Tapi cukup disini, hal ini dan senyummu untukku"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I want to love, that remind me to smile gracefully and easy

maɪ lʌv

begini